SURPLUS VALUE “TEORI
NILAI LEBIH”
Sumber : Marxis Camp 23-24 maret 2016 “pondok al-masykuriah”
Hubungan antara
kapitalis dan buruh yaitu kapitalis memiliki modal atau bisa disebut dengan
pemilik modal, sedangkan buruh hanya memiliki tenaga, pemikiran kapitalis yaitu
“bagaimana modal yang dimilikinya dapat berkembang dan memiliki nilai atau
keuntungan”
yaitu dengan memperkerjakan kaum buruh, sehingga hasil produksi yang dihasilkan oleh kaum buruh dengan tangan kecil dan kotornya dapat dijual dipasaran dengan harga yang tinggi,namun harga tingi tersebut tidak sesuai dengan upah yang diterima buruh, sebagai contoh : seorang buruh di upah Rap 3000,00 setiap sepasang sepatu yang dihasilkanya, namun ketika hasil dari buruh yang berupa sepatu tersebut di jual ke “Pasar” maka harga sepatu tersebut berkisar Rp 200.000. Maka terjadi selisih antara upah buruh dengan hasil dari keringat buruh yang dijual oleh sang kapitalis sebesar Rp 197.000 , itulah yang dimaksud dengan teori “surplus value” . yang terjadi ialah terjadi jurang kemiskinan antara buruh dan kapitalis, semakin rendah buruh maka penghisapan terhadap keringat buruh tersebut semakin besar, serta keuntungan yang dimiliki oleh sang kapitalis akan semakin besar pula. Sang kapitalis bahkan dapat menyebarluaskan perusahaanya ke daerah lain untuk menghisap buruh-buruh di daerah yang di singgahinya.
yaitu dengan memperkerjakan kaum buruh, sehingga hasil produksi yang dihasilkan oleh kaum buruh dengan tangan kecil dan kotornya dapat dijual dipasaran dengan harga yang tinggi,namun harga tingi tersebut tidak sesuai dengan upah yang diterima buruh, sebagai contoh : seorang buruh di upah Rap 3000,00 setiap sepasang sepatu yang dihasilkanya, namun ketika hasil dari buruh yang berupa sepatu tersebut di jual ke “Pasar” maka harga sepatu tersebut berkisar Rp 200.000. Maka terjadi selisih antara upah buruh dengan hasil dari keringat buruh yang dijual oleh sang kapitalis sebesar Rp 197.000 , itulah yang dimaksud dengan teori “surplus value” . yang terjadi ialah terjadi jurang kemiskinan antara buruh dan kapitalis, semakin rendah buruh maka penghisapan terhadap keringat buruh tersebut semakin besar, serta keuntungan yang dimiliki oleh sang kapitalis akan semakin besar pula. Sang kapitalis bahkan dapat menyebarluaskan perusahaanya ke daerah lain untuk menghisap buruh-buruh di daerah yang di singgahinya.
0 komentar:
Posting Komentar